Laporan Hasil Musyawarah Besar Dengan Perangkat Desa Gunung Sari, Pamijahan, Kab Bogor

Alhamdulillah.. Rapat kemarin berjalan dengan lancar dengan suasana yang sangat cair.. Uniknya, dalam sejarah desa ini, baru kali ini ada rapat besar yang peserta rapatnya sebanyak itu, skitar 60 orang yang terdiri dari Lurah, RT, RW, Kelompok Pemuda, BPD, MUI, Ulama dan para pengelola sekolah. Kata mereka, ini karena baru kali ini ada orang jakarta yang datang ke desa mereka dan hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan telah beli tanah sana-sini seluas 8 hektar. Batin mereka “Ini orang mau ngapain sih?” hehe..

Mereka awalnya salah paham karena dikira kami akan mendirikan “kampung Arab” seperti di puncak yang antum tau sendiri apa kegiatannya. Setelah dijelaskan bahwa kami ingin mendirikan kampung BAHASA Arab barulah mereka memahmi dan sangat mendukung. Apalagi Encang mengatakan bahwa kehadiran kami insya Allah akan membawa “berkah” bagi warga sekitar.

Satu hal yang Encang syukuri, saat memaparkan materi Encang jelaskan background pendidikan Encang dengan menyebutkan sederet kitab nahwu dan fiqih yang pernah Encang pelajari bersama kyai NU, mereka dengan senang mangatakan: “Kalau gitu kita sama”. hehe..

Alhamdulillah Encang dengan tegas mengatakan ” Saya bermazdhzab syafi’i insya Allah. Namun saya berpikiran terbuka. Saya tidak qunut, tapi kalau saya jadi imam atau ma’mum di sini yang semuanya qunut, jelas saya akan qunut. Saya juga tidak tahlilan kematian dan akan ada beberapa praktik ibadah yang mungkin gak sama dengan bapak ibu sekalian. Tapi kalau untuk urusan muamalah, ayo kita sama-sama”. Alhamdulillahnya, para kyai sini terbuka dengan mengatakan, “Iya ustadz, Kami insya Allah para ulama di sini sudah memahami masalah ikhtilaf semacam itu”.

Tantangan justru datang dari para pengelola sekolah. 3 bulan lalu Encang masang banner besar tentang pembukaan SDIT GRATIS UNTUK WARGA SEKITAR. Nah, para pengelola sekolah curhat tentang jumlah siswa mereka yang cenderung menurun. Mereka khawatir kehadiran kami akan mematikan “usaha” mereka. Alhamdulillah, setelah dijelaskan konsep pendidikan dan batasan maksimal peserta yang hanya 15 siswa /kelas, mereka menjadi memahami. Mereka bahkan meminta “bantuan” untuk pengelolaan sekolah mereka. Encang dengan senang hati menerima tawaran tersebut.

Sedari awal Encang hadir di sini, Encang selalu berusaha agar masyarakat bisa melihat sendiri bahwa kehadiran kami insya Allah bermanfaat untuk mereka. Ada beberapa jalan desa yang kami lebarkan. Tidak kurang dari 100 warga sudah terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembangunan di sini. Atas kemudahan dari Allah kemudian langkah-langkah semacam ini di awal, Alhamdulillah, kehadiran kami diterima dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat sekitar. Apalagi mulai bulan juni 2018, Isya Allah, Encang akan tinggal di sini dan berbaur dengan warga sekitar. Kambing, lele, peternakan ikan dan sawah telah menanti untuk digarap.

Bahkan kyai paling sepuh di sini setelah rapat kemarin mendatangi Encang untuk mengajak diskusi karena tertarik tentang konsep pendidikan yang Encang paparkan selama presentasi. Insya Allah, dengan bersinergi dengan masyarakat sekitar, rencana kampung bahasa Arab akan lebih mudha terwujud. Jaaaaahidd!

Jadi siapa yang mau punya kavling baik untuk dikelola untuk pertanian produktif atau untuk dibangun villa? Bayangkan 2-3 tahun lagi ratusan bahkan ribuan orang insya Allah berbondong-bondong datang ke sini untuk belajar bahasa Arab atau menghafal Al Qur’an di daerah pegunungan yang asri, sejuk, dan air jernir dari mata air. Jangan nunggu udah rame ya karena nanti harga akan naik? 

Kavling 100 m mulai dari 25 juta. Hubungi Encang irul via WA 081314667860

#IndonesiaMelekBahasaArab
#KampungBahasaArabBISA
#EkoWisata
#PesantrenMandiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *